Hello, guys! di posting sungguhan kali ini, saya berniat menuliskan sesuatu yang bertema sama dengan judul Entry kali ini, yaitu Saturday Night atau yang umum kita tahu sebagai malam minggu.
Selama hidup menjadi seorang remaja (jangan lihat foto profil, karena itu cuma masa kecil :p) rata-rata orang-orang seumuran saya pasti maen ke luar rumah mulai jam 8 malam. Aktivitas umum mereka pasti pergi ke pusat perbelanjaan, restoran, buat yang punya komunitas pasti kumpul bareng dan beraktivitas bersama, dan buat yang punya pasangan pasti melakukan kegiatan bersama.
Lalu bagaimana dengan yang jomblo?
Biasanya mereka pasti diam, duduk manis di depan laptop dengan handphone tanpa deringan. Seperti yang saya lakukan malam ini. Beruntunglah bagi para jomblo yang punya komunitas atau teman yang jomblo juga sehingga berbaik hati mengajak main keluar malam minggu.
Kebanyakan orang jomblo yang sedang tak menulis di blognya, tak punya pulsa, tak ada teman berbicara karena teman-temannya sedang melakukan aktivitas di luar, juga jomblo yang tak punya komunitas kemungkinan besar akan diam di kamarnya masing-masing. Mungkin tergeletak pasrah di kasur sambil menatap kosong langit-langit kamar mereka. Mungkin juga duduk di meja belajar tanpa melakukan apa-apa. Atau mungkin juga memasang headset yang memutar lagu favorit mereka walau tidak mengubah keadaan hati mereka sendiri yang hampa.
Ya, hampa. Sama seperti perasaan saya sekarang.
Seseorang pasti mengalami masalah dengan hati mereka masing-masing. Masalahnya juga macam-macam. Ada yang terlalu bahagia, terlalu sedih, galau, dan bahkan perasaan hampa yang merupakan buah dari depresi dan kegalauan.
Perasaan hampa itu, adalah perasaan dimana kita akan merasa hati kita kebas dan tidak merasakan apa-apa. Tapi tetap saja ada rasa ngilu yang terbersit di dalam dada. Sejenis luka yang sudah terlalu lama dibiarkan terbuka. Seseorang yang terserang perasaan hampa, biasanya adalah sekumpulan orang yang gagal menemukan potongan hatinya yang sudah tercecer jauh di belakang matanya sehingga tidak dapat ditemukan kembali. Juga orang-orang yang gagal menemukan penawar luka hatinya, atau mungkin juga belum bisa menemukannya.
Sama seperti saya saat ini.
Kalau boleh jujur, kadang saya merasa kesal dengan orang-orang yang terus berkata "Kamu harus bisa move on" dan sebagainya. Coba fikirkan ulang. Tidaklah mudah menemukan penawar dari setiap luka, dan bahkan setiap luka memilki obatnya sendiri-sendiri.
Bagaimana kalau saya belum menemukannya?
Bagaimana jika suatu hari nanti, orang itu berada dalam posisi saya. Terdiam di depan laptop yang menyala bertuliskan "Blogger" dengan jari-jari yang menari di atas keyboard untuk menemani sepi hatinya. Dengan dua fikiran yang berbeda dimana yang satunya kebingungan untuk menuliskan kata-kata buah kegalauannya dan satunya lagi tiba-tiba teringat akan masa lalu yang pedih bersama seseorang yang dulu sempat ada menemani hatinya.
This is the Saturday Night. Malam yang penuh kebebasan bagi orang-orang yang pandai menikmatinya. Dan bagian dari kesengsaraan bagi orang-orang yang masih berusaha menyatukan hatinya kembali. Dan bukan apa-apa bagi seseorang yang hampa yang juga telah menjalani ratusan malam dengan perasaan yang sama.
Seperti yang saya alami selama ini.
Selama hidup menjadi seorang remaja (jangan lihat foto profil, karena itu cuma masa kecil :p) rata-rata orang-orang seumuran saya pasti maen ke luar rumah mulai jam 8 malam. Aktivitas umum mereka pasti pergi ke pusat perbelanjaan, restoran, buat yang punya komunitas pasti kumpul bareng dan beraktivitas bersama, dan buat yang punya pasangan pasti melakukan kegiatan bersama.
Lalu bagaimana dengan yang jomblo?
Biasanya mereka pasti diam, duduk manis di depan laptop dengan handphone tanpa deringan. Seperti yang saya lakukan malam ini. Beruntunglah bagi para jomblo yang punya komunitas atau teman yang jomblo juga sehingga berbaik hati mengajak main keluar malam minggu.
Kebanyakan orang jomblo yang sedang tak menulis di blognya, tak punya pulsa, tak ada teman berbicara karena teman-temannya sedang melakukan aktivitas di luar, juga jomblo yang tak punya komunitas kemungkinan besar akan diam di kamarnya masing-masing. Mungkin tergeletak pasrah di kasur sambil menatap kosong langit-langit kamar mereka. Mungkin juga duduk di meja belajar tanpa melakukan apa-apa. Atau mungkin juga memasang headset yang memutar lagu favorit mereka walau tidak mengubah keadaan hati mereka sendiri yang hampa.
Ya, hampa. Sama seperti perasaan saya sekarang.
Seseorang pasti mengalami masalah dengan hati mereka masing-masing. Masalahnya juga macam-macam. Ada yang terlalu bahagia, terlalu sedih, galau, dan bahkan perasaan hampa yang merupakan buah dari depresi dan kegalauan.
Perasaan hampa itu, adalah perasaan dimana kita akan merasa hati kita kebas dan tidak merasakan apa-apa. Tapi tetap saja ada rasa ngilu yang terbersit di dalam dada. Sejenis luka yang sudah terlalu lama dibiarkan terbuka. Seseorang yang terserang perasaan hampa, biasanya adalah sekumpulan orang yang gagal menemukan potongan hatinya yang sudah tercecer jauh di belakang matanya sehingga tidak dapat ditemukan kembali. Juga orang-orang yang gagal menemukan penawar luka hatinya, atau mungkin juga belum bisa menemukannya.
Sama seperti saya saat ini.
Kalau boleh jujur, kadang saya merasa kesal dengan orang-orang yang terus berkata "Kamu harus bisa move on" dan sebagainya. Coba fikirkan ulang. Tidaklah mudah menemukan penawar dari setiap luka, dan bahkan setiap luka memilki obatnya sendiri-sendiri.
Bagaimana kalau saya belum menemukannya?
Bagaimana jika suatu hari nanti, orang itu berada dalam posisi saya. Terdiam di depan laptop yang menyala bertuliskan "Blogger" dengan jari-jari yang menari di atas keyboard untuk menemani sepi hatinya. Dengan dua fikiran yang berbeda dimana yang satunya kebingungan untuk menuliskan kata-kata buah kegalauannya dan satunya lagi tiba-tiba teringat akan masa lalu yang pedih bersama seseorang yang dulu sempat ada menemani hatinya.
This is the Saturday Night. Malam yang penuh kebebasan bagi orang-orang yang pandai menikmatinya. Dan bagian dari kesengsaraan bagi orang-orang yang masih berusaha menyatukan hatinya kembali. Dan bukan apa-apa bagi seseorang yang hampa yang juga telah menjalani ratusan malam dengan perasaan yang sama.
Seperti yang saya alami selama ini.